Saturday, February 2, 2013

The Barongsai - A Lion Dance to bring Good Luck

0 komentar
It is said that the ancient times, there lived an evil beast named Nian. He used to come in late winter to eat the crops. His arrival brings terror to the whole village, because he did not hesitate to destroy the houses too. This condition lasts for a long time, until one day, the people knew the creature's weakness. Apparently, the Nian was afraid of red color, dance of Barongsai and firecrackers. So, since then, people were flocking to light red lanterns, ring the gong and drum, then start dancing of Barongsai (Lion Dance). Those make Nian scared and ran deep into the woods.

The barongsai

It is said that since then he never again returned to the village. The villagers then live in peace. Since then, people always dance Barongsai when new year comes, so Nian would never return to their villages. All of that was a tradition when the new year arrives.
Continue reading ...

Friday, January 18, 2013

APAKAH ANDA SUDAH DEWASA?

0 komentar
Yang lebih mencerminkan kedewasaan seseorang adalah sikap. Jadi sikap kita mewarnai cara berpikir dan tindakan kita dalam menghadapi hidup ini. Kedewasaan dapat diukur dengan berapa matangnya sikap kita ini dalam menghadapi hidup.

Sudah tentu kedewasaan sangat dipengaruhi oleh :

  • Pengalaman hidup, jadi orang yang mau belajar dari hidup ini, dari apa yang dialaminya akan lebih mudah dewasa.
  • Tempaan hidup, kesusahan, penderitaan. Hal ini akan sangat mempercepat atau mematangkan seseorang menjadi lebih dewasa. Kedewasaan bertunas dari jiwa yang telah mengalami tempaan.

Orang yang dewasa ialah orang yang menghadapi tantangan hidup dan tidak lari dan menghindarinya.

Orang yang dewasa adalah orang yang tidak cepat menyalahkan orang lain termasuk Tuhan atas kemalangan yang dideritanya. Kemalangan atau penderitaan menjadi ukuran yang sangat baik untuk menilai kedewasaan kita. Kalau kita semuanya cukup, tidak ada masalah, kita hidup dalam kemakmuran, sukar untuk mengukur kedewasaan kita.

Orang yang dewasa adalah orang yang tabah dan sabar karena tahu bahwa Tuhan mengatur segalanya untuk kebaikan.

Orang yang dewasa ialah orang yang mampu membebaskan diri dari kepahitan hidup ini. Dengan kata lain orang yang dewasa tidak menyimpan dendam dan tidak mengingat-ingat kekurangan orang. Kalau orang terus memelihara kepahitan hidup dia tidak mungkin dewasa, karena kepahitan itu akan mewarnai sikapnya dalam mengambil tindakan atau dalam mengeluarkan reaksi sehingga sikapnya itu akan sangat mengotori apa yang dia lakukan.

Orang yang dewasa adalah orang yang tidak menempatkan diri di posisi Tuhan. Dia tidak menganggap dirinya tahu segala hal dan sadar bahwa dia tidak mempunyai hak untuk berbuat semaunya. Jadi orang yang dewasa orang yang tahu batasnya, tahu dirinya. Orang yang juga mengerti batas antara benar dan tidak benar, kehendak Tuhan dan dosa, sehingga dia tidak memasuki daerah yang berdosa yang Tuhan larang.

Orang yang dewasa ialah orang yang melihat fakta apa adanya. Orang yang dewasa adalah orang yang memikul tanggung jawab atas tindakannya.


Catatan dari Teman, semoga bermanfaat …..

Continue reading ...

Thursday, January 10, 2013

Toples Kerupuk

0 komentar
Manakala hidupmu tampak susah untuk dijalani ...
manakala 24 jam sehari terasa masih kurang ...
ingatlah akan toples kerupuk dan 2 cangkir kopi hangat.

* * * *

Seorang Guru berdiri di depan kelas dan terdapat beberapa benda di atas mejanya. Saat kelas dimulai, tanpa berkata apa apa, dia mengambil sebuah toples kerupuk besar. Toples itu kosong dan dia mulai menaruh satu persatu bola golf ke dalamnya hingga penuh. Setelah itu dia berkata kepada murid muridnya: "apakah toples sudah penuh?" 

Murid murid dengan bingung menyetujui bahwa toples itu sudah penuh.

 
Kemudian dia mengambil satu kantong plastik berisi batu kerikil kecil berwarna warni dan menuangkannya ke dalam toples tersebut. Pertama tama batu kerikil masih tetap di atas tumpukan bola golf, namun dia mengguncang toples dengan ringan. Batu kerikil tersebut kemudian masuk ke dalam, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf.
Kemudian dia bertanya pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh?.

Mereka terdiam dan setuju bahwa toples itu sudah penuh.
Selanjutnya guru tersebut mengambil satu kantong pasir dan menebarkan ke dalam toples ... Tentu saja pasir itu menutup segala sesuatunya. Beliau sekali lagi bertanya: "apakah toples sudah penuh?" .... Para murid dengan suara bulat berkata, "Betul"
...Beliau kemudian mengambil 2 cangkir kopi dari mejanya dan menuangkan kopi tersebut  ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir. Para murid tertawa.
...."Sekarang," kata beliau ketika suara tawa mereda, "Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu."
"Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting - Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, dan para sahabat"
"Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."
"Batu kerikil warna warni adalah segala hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil."
sedangkan "Pasir adalah hal-hal yang lainnya -- hal-hal yang sepele."
"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples," lanjut beliau, "Maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu kerikil ataupun untuk bola-bola golf.. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu."
"Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian."
"Jadi ...""Beri perhatian untuk hal-hal yang utama untuk kebahagiaanmu."
"Bermainlah dengan anak-anakmu."
"Luangkan waktu untuk menjaga kesehatan."
"Ajak pasanganmu untuk makan malam di luar"
"Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah dan memperbaiki perabotan."
"Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf  -- Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasir-nya."
Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Kopi mewakili apa?"
Beliau tersenyum"Saya senang kamu bertanya."
"Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk 2 cangkir kopi bersama sahabat..."
 
Cerita dari seorang sahabat. Semoga bermanfaat
 
Salam....


 
Continue reading ...

Wednesday, December 26, 2012

Big Freeze, Skenario Kiamat Semesta

0 komentar
Ada skenario akhir semesta yang disebut Big Freeze. Skenario ini kadang juga disebut "Heat Death" atau matinya panas alias energi. Dalam teori ini, kiamat terjadi sebagai konsekuensi karena proses mengembangnya semesta yang tanpa batas.

Istilah Heat Death yang menjadi nama lain teori ini berasal dari gagasan bahwa dalam sistem yang terisolasi, entropi atau sederhananya terkait dengan energi per satuan temperatur akan terus meningkat hingga mencapai nilai maksimum.


Pada saat entropi mencapai maksimum, panas akan terdistribusi merata di wilayah yang sangat luas, tak mengizinkan adanya ruang yang memungkinkan penggunaan energi. Saat itu, gerak mekanik dalam suatu sistem takkan mungkin.

Skenario akhir masa dalam Big Freeze berlawanan dengan Big Crunch. Dalam Big Crunch, semesta akan menjadi sangat mampat, membentuk lubang hitam sangat besar. Sementara itu, dalam Big Freeze, semesta menjadi sangat gelap dan dingin.

Untuk menentukan skenario mana yang lebih mungkin, ilmuwan harus menggali data tentang densitas, komposisi, dan bahkan bentuk semesta. Ada yang disebut densitas kritis. Jika nilai densitas yang ditemukan lebih rendah, skenario Big Freeze menjadi mungkin.

Sejauh ini, pengukuran oleh Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP) yang menangkap Cosmic Microwave Background Radiation (CMBR) mengindikasikan bahwa densitas jauh lebih kecil daripada densitas kritis. Dengan demikian, ilmuwan menyatakan, Big Freeze adalah skenario kiamat semesta yang paling mungkin. Kapan terjadinya? Masih triliunan tahun lagi. Selain Big Freeze, masih ada teori akhir semesta lain yang disebut Big Bounce dan Big Rip.

sumber: KOMPAS.com
Continue reading ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Follow by Email

Copyright © Travel in Note Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger